Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Korea-Jepang 2002: Brasil Pelan tapi Pasti, Korsel Bikin Histori

Korea-Jepang: Piala Dunia 2002 menjadi pertunjukan kemapanan Brasil dan kejutan terbesar wakil Asia di tanahnya.
Italia disingkirkan Korea Selatan, salah satu kejutan terbesar.

Piala Dunia 2002 menjadi perhelatan pertama di Asia. Seperti Benua Kuning yang memiliki magi khas Timur, perhelatan kali ini diwarnai banyak kejutan dan pematrian kehebatan di sepanjang jalannya, dari fase grup sampai laga puncak.

Pengundian pembagian grup yang dilakukan di Busan pada 1 Desember 2001 telah mengisyaratkan potensi persaingan sengit. Total 32 tim dibagi ke dalam delapan grup. Juara bertahan, Prancis, serta dua tuan rumah, Korea Selatan dan Jepang, ditempatkan di Pot 1 bersama Brasil, Argentina, Italia, Jerman, dan Spanyol.

Potensi itu terwujud menjadi beberapa perkembangan yang mengagetkan. Fase grup sudah memperlihatkannya.



Les Bleus Terburuk, Albiceleste Memble

Grup A memakan korban juara bertahan, Prancis. Les Bleus tenggelam di dasar klasemen dengan hanya satu poin hasil skor kacamata dengan Uruguay yang juga masuk kotak. Parahnya lagi, Prancis tidak bisa membuat gol sebiji pun di Korea-Jepang, menjadikan mereka sebagai tim terburuk kala mencoba mempertahankan gelar. Dua tim yang terbilang underdog, Denmark dan Senegal, yang melangkah ke 16 besar.

Dari Grup B, dua tim pelanggan putaran final, Spanyol dan Paraguay, bisa melewati adangan Afrika Selatan yang melakoni turnamen kedua setelah 1998 dan debutan, Slowenia. Paraguay unggul lebih produktif daripada Afsel kendati selisih gol sama besar.

Seperti Spanyol, Brasil, besutan Luiz Felipe Scolari di Grup C membukukan poin sempurna. Ke perdelapan final, Turki unggul selisih gol dari Kosta Rika. Debutan lainnya, Cina, kebobolan 9 gol tanpa bisa mencetak gol dan meraih poin.

Persaingan ketat tergelar di Grup D. Tuan rumah, Korea Selatan, melaju bersama Amerika Serikat. Dua wakil Eropa, Portugal dan Polandia, gagal lolos dengan koleksi 3 poin.

Dari Grup E, Jerman dan Republik Irlandia melangkah ke perdelapan final. Kamerun dan Arab Saudi masuk kotak. Hasil menonjol dari grup ini adalah Jerman mencukur Arab Saudi 8 gol tanpa balas di Sapporo.

Grup F menjadi kelompok paling ketat di Piala Dunia 2002. Swedia dan Inggris lolos dengan koleksi 5 angka, menyingkirkan Argentina yang meraih 4 poin dan Nigeria. David Beckham mencetak gol tunggal dari titik putih dalam persaingan klasik Inggris kontra Argentina.

Meksiko memuncaki klasemen Grup G. Italia lolos tipis sebagai runner-up dengan perolehan 4 poin, hanya unggul sepoin dari Kroasia dan Ekuador.

Seperti Korsel, Jepang juga lolos sebagai juara grup. Belgia menemani tuan rumah dari Grup H, menyingkirkan Rusia dan Tunisia.



Kisah Moreno, Italia, dan Korsel

Laga pertama perdelapan final segera menggambarkan kompetisi ketat fase gugur di tanah Asia. Jerman mesti bersusah payah lolos. Die Mannschaft butuh gol Oliver Neuville dua menit sebelum waktu normal berakhir untuk mengungguli Paraguai.

Setelah Inggris menunjukkan superioritas mereka atas Denmark, Senegal menjadi wakil Afrika pertama yang melangkah ke delapan besar dengan melewati Swedia dengan gol emas Henri Camara. Berikutnya, Spanyol menyingkirkan Irlandia lewat adu penalti. AS mengempaskan rival Amerika Utara, Meksiko.

Di Kobe, Brasil menunjukkan lagi kefavoritan mereka. Gol Rivaldo dan Ronaldo cukup untuk menekuk Belgia. 

Perempat final ditutup dengan laga-laga dua tuan rumah. Jepang mesti terhenti di tangan Turki, lebih spesifik lagi oleh gol tunggal Umit Davala di menit ke-12. 

Di Daejeon, Korsel menelurkan kejutan terbesar di turnamen ini. Korsel menyingkirkan Italia secara dramatis. Seol Ki-hyeon mencetak gol pada menit ke-88 untuk menyamakan gol Christian Vieri (18'). Wasit asal Ekuador, Byron Moreno, menjadi sosok kontroversial dengan memberikan kartu merah kedua untuk Vieri (103'). Ahn Jung-hwan, penyerang Perugia ketika itu, mengempaskan Gli Azzurri dengan gol emas (117').



Rekor Taegeuk Warriors

Di perempat final di Shizouka, Inggris mengejutkan Brasil melalui Michael Owen (23'). Saat injury time babak pertama, Rivaldo menyamakan kedudukan. Lima menit memasuki paruh kedua, ketika mengambil tendangan bebas langsung, Ronaldinho memanfaatkan posisi David Seaman yang maju terlalu jauh dari sarangnya. 

Selanjutnya, Michael Ballack mengirim Jerman ke semifinal dengan gol tunggalnya ke gawang AS. Turki juga menang tipis lewat gol emas Ilhan Mansiz (94') atas Senegal. 

Korsel menorehkan kejutan dan rekor lebih lanjut. Begitu eksekusi Hong Myung-bo sukses menaklukkan Iker Casillas dalam adu penalti, Taegeuk Warriors menjadi tim Asia pertama yang mencapai semifinal.

Kejutan Korsel terhenti di empat besar oleh gol tunggal Michael Ballack (75'). Brasil melangkah ke final ketiga secara beruntun juga berkat gol tunggal. Sang pencetak gol ke gawang Turki, Ronaldo, terus memperlihatkan ketajamannya dan terlihat melupakan kemasygulan di final Prancis 1998.

Turki mendapatkan hiburan berupa peringkat ketiga. Ay-Yildizlilar menang 3-2 atas Korsel di perebutan posisi ketiga tersebut. Gol pembuka Turki tercipta segera dari sepak mula oleh Hakan Sukur. Gol 10,8 detik itu menjadi yang tercepat dalam sejarah Piala Dunia.



Penta Brasil

Korea-Jepang 2002 menjadi etalase kebintangan Si Fenomenal, Ronaldo. Puncaknya, striker Brasil tersebut membukukan dua gol di partai puncak yang digelar di International Stadium Yokohama. Dua gol pada babak kedua (67' dan 79') ke gawang Oliver Kahn tersebut membawa penyerang bernama lengkap Ronaldo Luis Nazario de Lima menjadi top-scorer turnamen dengan delapan gol.

Gelar ini menjadi yang kelima (penta) bagi Brasil, terbanyak sampai sebelum Piala Dunia 2026.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads