Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Jenazah Pendaki Gunung Piramid Dimakamkan di Tempat Kelahirannya, Lamongan

Lamongan; Suasana duka menyelimuti kedatangan jenazah Maliya Finda, pendaki berusia 51 tahun yang ditemukan tewas di dasar jurang Gunung Piramid, Bondowoso, Kamis, 6 Agustus 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Jenazah dibawa menggunakan ambulans dan tiba di rumah duka di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Lamongan, disambut tangis histeris keluarga dan kerabat.
Jenazah Pendaki Gunung Piramid Dimakamkan di Tempat Kelahirannya, Lamongan
Jenazah Pendaki Gunung Piramid Dimakamkan di Tempat Kelahirannya, Lamongan

Setelah disalatkan, jenazah diberangkatkan menuju pemakaman keluarga di Desa Karangkembang, Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur, Kamis siang, 7 Agustus 2026, pukul 07.00 WIB. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di jalur ekstrem Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso.

Setelah pencarian intensif oleh tim gabungan, korban ditemukan meninggal dunia di dasar jurang Punggung Naga pada kedalaman 60 hingga 70 meter. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga 13 jam karena ratusan petugas SAR, TNI, Polri, dan relawan harus menandu jenazah secara estafet melewati medan terjal.

Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengatakan kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh tahapan pemakaman berjalan lancar.

"Kami membenarkan bahwa personel Polsek Babat melaksanakan pengamanan dan membantu kelancaran prosesi pemakaman almarhum MF sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran anggota Polri diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib," kata Hamzaid.

Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah, bersama anggota juga hadir di lokasi untuk membantu kelancaran prosesi. Selain melakukan pengamanan, personel turut mengatur arus masyarakat hingga seluruh rangkaian pemakaman selesai.

Di mata sahabat dan rekan-rekannya, Maliya dikenal sebagai pribadi yang ramah sekaligus memiliki kecintaan besar terhadap alam bebas. Hobi mendaki gunung telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak lama.

Maliya sebelumnya mendaki Gunung Piramid di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, bersama pemandu lokal Irfan Nasrul Laili (35). Keduanya kemudian dilaporkan hilang hingga memicu operasi pencarian yang melibatkan tim SAR gabungan.

Setelah pencarian intensif selama beberapa hari, kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang kawasan Punggung Naga dengan kedalaman sekitar 60 hingga 70 meter. Jalur tersebut dikenal sebagai salah satu lintasan paling ekstrem di Gunung Piramid karena memiliki medan sempit dan jurang di kedua sisi.(*)

Hide Ads Show Ads