Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Irak Tegaskan Wilayahnya Tidak Boleh Dijadikan Basis Serangan ke Negara Lain

Istanbul ; Pemerintah Irak kembali menegaskan sikapnya yang menolak keras penggunaan wilayahnya sebagai tempat meluncurkan serangan ke negara lain di kawasan.

Irak Tegaskan Wilayahnya Tidak Boleh Dijadikan Basis Serangan ke Negara Lain

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Irak Mohammed Hussein Bahr Al-Uloom saat bertemu dengan Duta Besar Kuwait untuk Irak, Mohammad Hassan Al-Zaman, di Baghdad pada Senin.

Dalam pertemuan tersebut, Al Uloom menegaskan bahwa negaranya tidak ingin wilayahnya dipakai untuk menyerang negara tetangga.

“Irak menolak logika perang secara umum, dan secara khusus menolak penggunaan wilayahnya sebagai landasan untuk menargetkan negara-negara tetangga,” kata Bahr Al-Uloom.

Ia juga menegaskan pemerintah Irak akan mengambil langkah tegas terhadap pihak mana pun yang melakukan tindakan yang dapat merugikan negara maupun hubungan Irak dengan negara di sekitarnya.

Menurutnya, otoritas Irak siap menindak para pelaku yang terlibat dalam aksi yang bisa memicu ketegangan dengan negara tetangga.

Di sisi lain, Duta Besar Kuwait Mohammad Hassan Al Zaman menyampaikan kekhawatiran pemerintahnya terkait situasi keamanan di kawasan Teluk.

Ia menyebut ada serangan yang diduga berasal dari wilayah Irak dan meminta pemerintah di Baghdad turun tangan menghentikan aksi tersebut.

Permintaan itu disampaikan, menurut pernyataan resmi, “demi menjaga hubungan persaudaraan antara dua negara bersaudara dan bertetangga.”

Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga sepakat bahwa Irak dan Kuwait sama sama terdampak oleh meningkatnya ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Karena itu, keduanya menilai perlu ada kerja sama lebih erat untuk menjaga stabilitas regional serta mencari cara mengatasi krisis yang sedang berlangsung.

Situasi di kawasan Timur Tengah sendiri memang sedang memanas sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang diarahkan ke beberapa wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang memiliki fasilitas militer milik Amerika Serikat.

Sumber: Anadolu_OANA

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads